LPP Gelar Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar 2016Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar UNISNU 2016

LPP Gelar Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar 2016Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar UNISNU 2016

Peningkatan kompetensi dosen dan kualitas kegiatan perkuliahan diperlukan untuk mendukung pengembangan universitas, LPP UNISNU menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar pada tanggal 10 Februari 2016. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Lab. Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISNU Jepara, diikuti  60 peserta dari 5 fakultas dengan narasumber Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd (dosen UNNES yang juga penulis dan kolumnis). Dalam sambutannya, Ketua LPP Miftah Arifin SH, M.Hum menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan dalam upaya fasilitasi dari LPP untuk pengembangan dan perbaikan kualitas pembelajaran di UNISNU Jepara. Oleh karena itu, silahkan jika para dosen ingin menanyakan sedetil-detilnya mengenai proses pembuatan bahan ajar kepada narasumber. Miftah Arifin juga menjelaskan bahwa pelatihan ini sebagai awalan pelatihan selanjutnya yaitu Penulisan Buku Ajar. Kegiatan pelatihan dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr. H. Sa’dullah Assaidi, M.Ag. yang menyampaikan bahwa dosen diharapkan terus melakukan pengembangan diri utamanya dalam menciptakan perkuliahan yang menarik, bahan yang mudah dipahami, dan tidak berhenti untuk belajar serta berinovasi. Pelatihan ini masih selaras dengan Applied Approach yang sudah dilaksanakan pecan lalu. Untuk itu, peserta diharapkan dapat mengambil manfaat dari pelatihan ini, papar Wakil Rektor I saat membuka kegiatan. Pelatihan dimulai dengan penyampaian materi dari narasumber yang menegaskan bahwa melalui kekuatan tulisan, seorang dosen dapat memperoleh manfaat dan keuntungan yang banyak. Saya menyebutnya sebagai ‘Menggali Tambang Emas melalui Bahan Ajar bagi Dosen’. Tutur Agung Kuswantoro. Peserta tertarik untuk menanyakan proses kreatif dalam menulis dan proses penggalian ide.   Aplikasi dari materi yang didapat, peserta diminta untuk praktik membuat outline bahan ajar dan isinya. Sesi pelatihan setelah ISHOMA peserta lebih intens berinteraksi dengan narasumber. Peserta pelatihan ini memperoleh sertifikat setelah mengumpulkan bahan ajar kepada LPP. Pelatihan ditutup pukul 15.30 setelah peserta mengisi lembar evaluasi kegiatan.Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Peningkatan kompetensi dosen dan kualitas kegiatan perkuliahan diperlukan untuk mendukung pengembangan universitas, LPP UNISNU menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar pada tanggal 10 Februari 2016. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Lab. Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISNU Jepara, diikuti  60 peserta dari 5 fakultas dengan narasumber Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd (dosen UNNES yang juga penulis dan kolumnis). Dalam sambutannya, Ketua LPP Miftah Arifin SH, M.Hum menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan dalam upaya fasilitasi dari LPP untuk pengembangan dan perbaikan kualitas pembelajaran di UNISNU Jepara. Oleh karena itu, silahkan jika para dosen ingin menanyakan sedetil-detilnya mengenai proses pembuatan bahan ajar kepada narasumber. Miftah Arifin juga menjelaskan bahwa pelatihan ini sebagai awalan pelatihan selanjutnya yaitu Penulisan Buku Ajar. Kegiatan pelatihan dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr. H. Sa’dullah Assaidi, M.Ag. yang menyampaikan bahwa dosen diharapkan terus melakukan pengembangan diri utamanya dalam menciptakan perkuliahan yang menarik, bahan yang mudah dipahami, dan tidak berhenti untuk belajar serta berinovasi. Pelatihan ini masih selaras dengan Applied Approach yang sudah dilaksanakan pecan lalu. Untuk itu, peserta diharapkan dapat mengambil manfaat dari pelatihan ini, papar Wakil Rektor I saat membuka kegiatan.   Pelatihan dimulai dengan penyampaian materi dari narasumber yang menegaskan bahwa melalui kekuatan tulisan, seorang dosen dapat memperoleh manfaat dan keuntungan yang banyak. Saya menyebutnya sebagai ‘Menggali Tambang Emas melalui Bahan Ajar bagi Dosen’. Tutur Agung Kuswantoro. Peserta tertarik untuk menanyakan proses kreatif dalam menulis dan proses penggalian ide.   Aplikasi dari materi yang didapat, peserta diminta untuk praktik membuat outline bahan ajar dan isinya. Sesi pelatihan setelah ISHOMA peserta lebih intens berinteraksi dengan narasumber. Peserta pelatihan ini memperoleh sertifikat setelah mengumpulkan bahan ajar kepada LPP. Pelatihan ditutup pukul 15.30 setelah peserta mengisi lembar evaluasi kegiatan.

Admin Unisnu

Komentar